Free songs

Mud Battery Based On Microbial Catalyst

By :Professor Masato Tominaga

Untuk didapatkannya kembali bionergi dari tingkat yang rendah, seperti limbah air, maka salah satu teknologi yang digunakan adalah metode potensial dengan bahan bakar dari mikroorganisme (microbial fuel). Penelitian tentang efek elektrif pada system biologi makhluk hidup telah dipelajari lebih dari seratus tahun lalu. Pada decade lalu, konsep tentang microbial fuel telah disusun. microbial fuel  merupakan bahan bakar yang dapat menghasilkan daya listrik dengan menggunakan mikroorganisme sebagai katalis untuk anode dan katode.Keuntungan utama menggunakan microbial fuel adalah dapat langsung mengahsilkan arus listrik. Secara teori, microbial fuel dapat menggeser skala dari 1 W menjadi skala lebih dari 1 MW. Microbial fuel memiliki densitas enegri relative yang tinggi (Wh/L) dibadingkan dengan baterai litium dan hydrogen atau oksigen minyak dan juga memiliki spesifik energy relative yang tinggi dibandingkan baterai litium dengan menggunakan bahan non-explosive derivate biomassa bahan bakar organic, seperti glukosa, dan asetat. Meskipun, ada kekurangan keakuratan dari persentatse data energi. Ditambah lagi, masih belum jelas tentang bagaimana energy dari microbial fuel yang dapat dipulihkan kembali dari limbah air. Penelitian Professor Tominaga menunjukkan bahwa daya listrik yang dihasilkan dari microbial fuel ditempatkan pada dataran berlumpur di laut selama setahun dengan menggunakan eletroda yang kecil. Energy yang dapat dipulihkan dari hasil limbah juga dilakukan penelitian.

Penelitian dlakukan di Laut Ariake, Kishima, Sagam Jepang. Laut Ariake sendiri merupakan lumpur laut yang menghadap ke bagian selatan Prefektur Saga. Elektroda karbon sebagai anoda (luas elektroda adalah 50 cm2) dipasang didasar tidal flat (wilayah sedimen yang berada di zona transisi antara daratan dan lautan) di Laut Ariake, dan karbon elektroda sebagai katoda dipasang di daratan. Pada Gambar. 1 menunukkan tipe tegangan arus dan daya arus pada microbial fuel. Daya maksimum yang dapat dihasilkan adalah sekitar 0.45W/m2 dan dipertahakankan pada hambatan 20 ohm dengan memberikan variasi hambatan eksternal sekita 105 ohm, dimana sebuah katalis untuk reduksi oksigen tidak digunkan pada sisi katoda.

Sebuah fuel cell mikroorganisme (luas electrode anoda dan katoda adalah 200 dan 200 cm2) di laboratorium menggunakan sample lumpur dari Laut Ariake. Sebuah mesin, yaitu Mabuchi RF-330 TK dengan tegangan awal minimum sebesar 0.45 V, arus awal 7.4 mA, dan mengkonsumsi daya listrik sebesar 1.6 mW dihubungkan dengan dua seri dari microbial fuel cell. Hasilnya adalah mesin dapat berjalan selama 20 jam.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*