ITS ECO CAMPUS PDF Cetak Surel
Rabu, 15 Februari 2012 21:27

 

Selama 1 tahun terakhir tagline ini gemar menghiasi setiap banner dan poster di beberapa persimpangan jalan di kampus ITS. Namun pernah kah kita mendalami secara seksama harfiah, latar belakang dari gerakan yang gencar diteriakkan oleh para punggawa ITS ini?

Apa itu eco-Campus?

Ketika dilontarkan pertanyaan seperti ini kepada beberapa mahasiswa, kebanyakan menjawab program penghijauan yang dilakukan di sekitar kampus. Padahal terdapat arti yang lebih luas dibaliknya . Menurut Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya 2011, eco-campus didefinisikan sebagai kampus yang telah peduli dan berbudaya lingkungan dan telah melakukan pengelolaan lingkungan secara sistematis dan berkesinambungan. Eco-campus juga meliputi manajemen pengelolaan lingkungan hidup yang baik . Sehingga sejak tahun lalu program ini mulai dirintis oleh ITS. Berlatar dari kepedulian ITS terhadap isu-isu lingkungan hidup yang melanda, diharapkan dapat memberi solusi dalam satu permasalahan bangsa bahkan di seluruh dunia.

Salah satu program yang telah dilakukan adalah G2 (Gugur Gunung). Terdapat sekitar 7000 mahasiswa baru ikut andil dalam acara ini. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk melakukan penghijauan kampus dengan cara menanam pohon di beberapa teritori dalam lingkungan kampus ITS.

Tidak hanya program penghijauan tetapi eco-campus meliputi aspek-aspek lain, diantaranya manajemen karbon dan biodiversity (keanekaragaman hayati ) tingkat emisi karbon dapat diukur dalam konsumsi energi dalam suatu bangunan, banyaknya sampah yang dihasilkan, penggunaan sampah kertas non daur ulang, serta konsumsi air.

Aspek lain yang diperhatikan dalam program eco-campus adalah transportasi. Penataan sistem transportasi harus ditekankan pada usaha mengurangi ketergantungan penggunaan unit kendaraan bermotor pribadi. Namun, nampaknya hal ini masih sulit terealisasi hingga sekarang . Walau telah dibuat jalan khusus bagi pengguna sepeda  serta trotoar bagi pejalan kaki (non motorized access), namun belum mampu untuk mengurangi angka pengguna kendaraan bermotor. Diperlukan suatu kebijakan khusus yang lebih mengikat dan konkrit terkait masalah yang satu ini.

Dalam program pembangunan kedepan juga diharapkan mampu melakukan penghematan air, listrik, kertas serta dapat mandiri dalam melakukan pengolahan limbah cair maupun limbah padat.

Terlaksananya program ini butuh partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika ITS. Semua pihak-pihak harus mendukung dan disiplin dalam pelaksanaan setiap program-program yang dicanangkan. Karena yang diharapkan tidak hanya pencapaian fisik semata namun harus tercpta adanya perubahan budaya, perilaku dan pola pikir setiap elemen warga kampus itu sendiri terhadap lingkungan.

Be aware for your environment !

 

-NadSR-